For more info: 021 55734344

Kalibrasi Alat Ukur

Kalibrasi merupakan rangkaian kegiatan yang membentuk hubungan dari nilai yang ditujukan instrumen alat ukur atau sistem pengukuran dengan nilai yang sudah diketahui dan berhubungan dengan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Bisa dikatakan, kalibrasi merupakan kegiatan menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dan juga bahan ukur dengan cara membandingkan standar ukur yang bisa terlusur ke standar nasinal untuk satuan ukur.

Arti penting dari kalibrasi alat ukur selain dipakai untuk memenuhi salah satu persyaratan sistem management mutu, sistem manajemen lingkungan, juga memiliki beberapa manfaat lainnya, yakni:

  • Menjamin kondisi alat ukur tetap terjaga sesuai dengan spesifikasi.

  • Menghindari cacat atau penyimpangan hasil ukur.

  • Jaminan  mutu pada produk yang dihasilkan lewat sistem pengukuran yang valid.

 

Tujuan Kalibrasi Alat ukur

Kalibrasi alat ukur sendiri memiliki beberapa tujuan. Diantaranya adalah:

  • Mencapai ketelusuran pengukuran: Hasil pengukuran bisa dihubungkan atau ditelusurkan hingga ke standar yang lebih tinggi atau teliti baik standar primer nasional atau internasional lewat rangkaian perbandingan yang tidak terputus.

  • Menentukan devisiasi atau penyimpanan kebenaran nilai konvensional penunjukan sebuah instrument ukur.

  • Menjamin hasil pengukuran sesuai dengan standart Nasional atau internasional.

 

Manfaat Kalibrasi Alat Ukur

Selain memiliki beberapa tujuan, kalibrasi alat ukur juga mempunyai beberapa manfaay, seperti:

  • Menjaga kondisi instrument alat ukur serta bahan ukur supaya bisa tetap sesuai dengan spesifikasinya.

  • Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan pada berbagai industri di peralatan laboratorium dan juga produksi yang dimiliki.

  • Untuk mengetahui perbedaan atau penyimpanan antara nilai benar dan nilai yang ditunjukkan dari alat ukur.

  • Bisa mengetahui penyimpanan harga benar dengan harga yang diperlihatkan alat ukur. Jika ini memang menjadi alasan dengan sifat teknis dan teknisi yang umumnya merasakan riil manfaatnya.

 

Pemakaian Alat Ukur

Sebagai dasar studi yang terinci mengenai instrument pengukuran serta karakteristiknyam secara umum pemakaian alat ukur dikelompokkan menjadi:

  • Pemonitoran proses dan operasi.

  • Pengendalian proses dan operasi.

  • Analisa keteknikan eksperimental.

 

1. Pemonitoran Proses dan Operasi

Pemakaian tertentu dari instrument pengukuran bisa dilihat dari fungsi pemonitoran, umumnya bisa dilihat dari fungsi pemonitoran, indikator pada mesin seperti termometer, barometer yang dipakai untuk mengetahui temperatur dan juga tekanan seperti pada refrigator yakni dipakai untuk mengukur temperatur dan juga tekanan kondensor. Untuk fungsi pemonitoran cukup memakai alat ukur manual.

 

2. Pengendalian Proses dan Operasi

Untuk jenis pengukuran instrumen ini, instrumen juga bertindak sebagai sistem pengendalian otomatis. Sebagai contoh, instrumen pengukuran dan pengendalian di plat atau pabrik yang dipakai untuk pengendalian mesin serta proses pada bidang industri, instrument perawat terbang serta mesin lainnya.

 

3. Analisa Keteknikan Eksperimental

Untuk menyelesaikan masalah keteknikan ada dua metpde umum yakni teoritis dan juga eksperimental yang harus dipandang saling melengkapi. Kalibrasi harus dilakukan secara periodik. interval kalibrasi alat tergantung dari beberapa faktor seperti jenis instrumen, frekuensi penggunaan dan juga cara pemeliharaan instrumen. Semakin sering instrumen dipakai, maka interval kalibrasinya juga sebaiknya harus lebih singkat seperti satu tahun sekali.

Ada beberapa hal yang diperlukan dalam proses kalibrasi alat ukur, yakni:

  • Adanya kalibrator.

  • Adanya objek ukur atau unit under test.

  • Adanya prosedur kalibrasi yang mengaju pada standar kalibrasi yang mengacu pada standar kalibrasi internasional, nasional atau prosedur yang dikembangkan sendiri dari laboratorium yang sudah teruji dengan lebih dulu dilakukan kalibrasi.

  • Adanya teknisi yang sudah memenuhi persyaratan memiliki kemampuan teknisi kalibrasi dan sebaiknya juga bersertifikat.

  • Lingkungan terkondisi baik dari suhu atau kelembaban. Apabila tidak bisa dikondisikan seperti terjadi ketika kalibrasi di lapangan terbuka, maka faktor lingkungan harus diakomodasi pada proses pengukuran dan juga perhitungan ketidakpastian.

  • Hasil kalibrasi yakni quality record berupa sertifikat kalibrasi. Di dalamnya sudah tercatat correction value, measured value dan juga nilai uncertainty. Dari sertifikat ini, maka bisa diketahui informasi tentang kenaikan insrument yang dikalibrasi. Artinya, anda bisa menambahkan banyak keterangan yang dibutuhkan dan bahkan bisa ditambahkan dengan foto, gambar, hasil analisa khusus, nilai TUR [Test Uncertainly Ratio] dan bahkan juga bisa melampirkan laporan kinerja kalibrator yang dipakai dalam proses tersebut.

Subscribe now


Loading...